Jumat, 19 April 2013

identifikasi mikroorganisme dengan beberapa teknik pewarnaan


Laporan Kegiatan Praktikum ke-3
IDENTIFIKASI MIKROORGANISME dengan BEBERAPA TEKNIK PEWARNAAN
Nama : Anggi Novia Anggraini Harahap
NPM   : 2011210016
Kelas  : B
Kelompok      : 1
Tanggal Praktikum  : 24 september 2012




Laboraturium Mikrobiologi Fakultas farmasi Universitas Pancasila
Jakarta, 2012
BAB I
PENDAHULUAN
I.1     Latar Belakang
Mikroorganisme di muka bumi sangat beragam macamnya, bahkan dengan ukuran yang berbeda-beda dan jenis yang berbeda. Dalam pengklasifikasian mikroorganisme, akan sulit mendeteksi mikroorganisme dalam lingkungan terbuka tanpa bantuan alat pembesar.untuk dapat mengidentifikasi mikroorganisme, digunakan teknik pewarnaan dalam preparat yang nantinya akan dilihat dengan mikroskop, barulah mikroorganisme dapat di lihat dan di identifikasikan dengan melihat zat warna yang terserap oleh mikroorganisme. Pewarnaan mikroorganisme juga di gunakan untuk menunjukkan sebaran dan jenis bahan kimia berbagai komponen sel, sehingga dapat membedakan golongan-golongan dari mikroorganisme.
Tidak semua mikroorganisme dapat menyerap zat warna yang sama, maka akan digunakan zat warna sesuai dengan mikroorganisme yan gakan diidentifikasi. Teknik pewarnaan yang sering di gunakan di antaranya; pewarnaan sederhana, pewarnaan gram, pewarnaan spora, dan pewarnaan kapsul.



I.2     Tujuan Praktikum
a.    Melakukan beberapa teknik pewarnaan untuk identifikasi dan pengelompokan mikroorganisme.
b.    Mengamati dan menganalisis hasil reaksi-reaksi pewarnaan di bawah mikroskop

I.3     Manfaat Praktikum
Setelah melakukan praktikum pewarnaan mikroorganisme, praktikan diharapkan mampu mengidentifikasi mikroorganisme dari warna yang terbentuk, susunan, dan struktur dari mikroorganisme setelah di lihat di mikroskop. Praktikan juga harus bisa menentukan memakai teknik pewarnaan mana yang sesuai dengan objek yang akan di identifikasi. Praktikan mengerti prinsip dasar penyerapan warna pada bakteri.

BAB II
STUDI PUSTAKA


BAB III
METODE PENELITIAN
     I.        Alat dan Bahan
a.    Alat
ü   Kaca benda (Objecct glass) bersih
ü  Jarum Ose bulat
ü  Pembakar bunsen
ü  Pipet tetes
ü  Penjepit kaca benda
ü  Mikroskop
ü  Kertas saring
ü  Corong
ü  Kertas lensa


b.    Bahan dan media yang di gunakan
ü  Biakan bakteri Eschericia coli, S taphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Klebsiella pneumoniae,berumur 24 jam dengan kerapatan 25% T dalam medium kaldu pepton atau dalam medium Nutrient agar miring.
ü  Minyak imersi
ü  Xylol
c.    Pereaksi warna yang di gunakan
ü Gentian violet
ü Larutan lugol
ü Air suling steril
ü Alkohol 96%
ü Metilen biru
ü Karbol fuchsin
"Suka keluar di PRE TEST loh.."

    II.        Cara kerja
1.    Penyiapan preparat apusan bakteri (Bakterial Smear)
·         Siapkan kaca objek, bersihkan dengan alkohol, panaskan sebentar di atas nyala api kecil untuk menghilang lemak yang masih menempel. Jarum Ose bundar di bakar di atas nyala api hingga merah membara agar steril. Dinginkan jarum Ose, lalu mulai bekerja dengan radius aseptik yaitu 20 cm dari pembakar bunsen
·         Untuk membuat preparat apusan yang berasal dari biakan cair, suspensikan dahulu di dalam tabung reaksi dengan komposisi larutan tertentu, lalu dengan pipet tetes pindahkan suspensi ke atas kaca benda. Jika berasal dari biakan padat (agar miring), sebelumnya teteskan satu tetes air suling atau NaCl (sesuai instruksi praktikum) pada permukaan kaca benda, kemudian ambil biakan dari agar miring dan suspensikan pada air suling tersebut.
·         Ratakan biakan di atas kaca benda dengan cara di putar dengan jarum ose hingga terlihat rata dan di dapat lapisan yang tipis.
·         Rekatkan apusan bakteri dengan cara di panaskan di atas api kecil hingga preparat membentuk lapisan yang tipis merekat pada kaca benda.

2.    Pewarnaan Sederhana

·         Preparat yang telah di keringkan dan di fiksasi di tuangi zat warna metilen biru,diamkan selama 30-60 detik.
·         Lalu bilas dengan cara di alirkan dengan air kran.
·         Preparat lalu di keringkan di antara dua kertas saring atau di keringkan di udara.
·         Amati hasil pewarnaan.
3.    Pewarnaan Gram

·         Preparat yang telah di keringkan dan di fiksasi di tuangi karbol gentian violet (pewarna primer), diamkan selama lima menit.
·         Zat warna dibuang lalu preparat di tuangi larutan lugol (berfungsi sebagai mordant[1] ), diamkan selama lima menit.
·         Preparat di semprotkan alkohol 96% dengan di goyang-goyangkan sedikit hingga tidak ada lagi zat warna yang luntur.
·         Bilas dengan cara di alirkan di air kran.
·         Preparat di tuangi karbol Fuchsin, diamkan selama 1-2 menit.
·         Zat warna di buang, bilas dengan air kran, keringkan di antara kertas saring atau di udara.
·         Amati hasil pewarnaan.

4.    Pewarnaan Spora

·         Ambil tabung reaki yang sudah di bersihkan.
·         Buat suspensi pekat bakteri dalam 0,5 mL NaCl 0,85% dalam tabung.
·         Tambahkan karbol fuchsin sebanyak 0,5 mL.
·         Panaskan di atas api kecil selama 6 menit.
·         Teteskan dengan pipet tetes ke atas object glass, keringkan lalu rekatkan dengan cara di panaskan dengan api kecil.
·         Rendam dengan asam belerang 1% untuk membuang zat warna yang berlebihan selama 1-3 detik.
·         Bilas dengan air kran (decolorizing agent)
·         Tuangi air metilen biru (Counterstain) diamkan selama 2-4 menit.
·         Zat warna di buang, bilas dengan air kran, keringkan di atas kertas saring atau keringkan dengan udara.
·         Amati hasil pewarnaan.

5.    Pewarnaan Kapsul

·         Teteskan NaCl 0,85% di atas alas kaca, kemudian tanamkan satu mata sengkelit atau secukupnya bakteri, campurkan.


6.    Inokulasi pada media cair
·         Panaskan jarum Ose hingga merah membara
·         Ambil tabung reaksi berisi bakteri, buka penutup kapasnya, panaskan sekitar mulut tabung dengan api sebentar.
·         Tusukkan jarum Ose, ambil bagian putih yang berisi bakteri.
·         Ambil tabung berisi media cair, panaskan mulut tabung.
·         Tusukkan jarum Ose hingga hampir ke dasar tabung, angkat perlahan.
·         Panaskan mulut tabung sebelum di tutup kapas.
·         Sterilkan jarum Ose dengan bara api hingga merah membara.







BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

IV.1   Hasil perbenihan mikroba Staphylococcus aureus setelah 24 jam
Nama Mikroba Uji
1.    Bakteri            : Staphylococcus aureus

Nama
Media
Jenis Media
Metode
Inokulasi
Gambar
Morfologi dan/atau Pola pertumbuhan
Nutrient agar
Agar tegak
Stab method
*terlampir
Pola:
Morfologi: tidak beraturan

Agar miring
Streak method
*terlampir
Pola: echinulate
Morfologi: beraturan

Agar lempeng
Spread method
*terlampir
Pola: arborescent
Morfologi: tidak beraturan
Kaldu pepton
Cair
Stab method
*terlampir
Pola: turbidity
Morfologi: flokulen

IV.2   Pembahasan
Setelah 24 jam, hasil pengamatan menunjukkan setiap teknik perbenihan akan menghasilkan koloni mikroba dengan pola yang berbeda yaitu; pola filiform, arborscent, beaded, effuse, rhizoid, echinulate, blangko, pelikel, endapan, turbidity, dan flokulen. 


 

BAB V
KESIMPULAN

Setelah praktikum dan media di inokulasikan selama 24 jam, hasil yang di dapat masing-masing media berbeda pola tergantung pada media perbenihan, jarum Ose dan goresan hingga terbentuk koloni dengan pola yang berbeda. Dari satu mikroba, bila di inokulasi pada media yang sesuai dan mengandung cukup nutrisi, dalam 24 jam akan berkembang biak menjadi jutaan mikroba berbentuk koloni.




BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

ü  Pelczar dan Chan. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jilid 1. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.
ü  Ermila, Mila. 2005. Penuntun Praktikum Mikrobiologi.
ü  Maksum,radji. Buku Ajar MIKROBIOLOGI Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran (EGC)

 



 LAMPIRAN

 

media                         : Nutrient Agar
jenis media    : Agar tegak
Sifat fisik        : Keruh
Metode inokulasi : stab method
ola                : ~
Morfologi       : tidak beraturan
                                                            Keterangan   : berkembang biak





media                         : Nutrient Agar
jenis media    : Agar miring
Sifat fisik        : Keruh
Metode inokulasi : Streak  Method
Pola                : echinolate
                                                            Morfologi       : beraturan
                                                           Keterangan    : berkembang biak  











 

media                         : Nutrient Agar
jenis media    : Agar miring
Sifat fisik        : Keruh
Metode inokulasi : Streak  Method
Pola                : arborscent
                                                            Morfologi       : tidak beraturan
                                                           Keterangan    : berkembang biak  




media                         : Nutrient Agar
jenis media    : Agar lempeng
Sifat fisik        : Keruh
Metode inokulasi : Spread  Method
Pola                : filamen
                                                            Morfologi       : tidak beraturan
                                                           Keterangan    : berkembang biak





media                         : kaldu pepton
jenis media    : cair
Sifat fisik        : Keruh
Metode inokulasi : stab  Method
Pola                : turbidity
                                                            Morfologi       : flokulen
                                                           Keterangan    : berkembang biak




[1] Mordant adalah zat yang membentuk kompleks yang tak larut dengan mengikat pewarna primer.